Showing posts with label poetry. Show all posts
Showing posts with label poetry. Show all posts

Sunday, September 30, 2012

SEPTEMBER 1965

Derap langkah sepatu besi di sunyinya malam
Sebelum mencekik waktu, sempat saja menggumam
Derap langkah sepatu besi di sunyinya malam
Lembayung pagi ia kubur dalam kelam

Tidak ada yang tahu siapa yang berkelana, sayang
Enam pribadi hilang dalam bayang, malang
Hanya terdengar derap sepatu besi, seram
Mata dan mulut disekap diterkam, suram

Sunday, August 26, 2012

SEBUAH AKHIRAN

lalu nestapa itu bersayap, 
hitam putihnya memudar menjadi pelangi, 
dan terbanglah ia ke dunia firdausi, 
tak lagi menenteng beban kelabu,
tak lagi memikul derita.

Saturday, August 4, 2012

SAJAK SEORANG PELAJAR

Dalam dunia demokrasi
Tiap hari suguhannya setumpuk teori
Yang mengandung angka dan hafalan tanpa bumbu
Tak boleh berpendapat, tak boleh menggugat

Mata senja telah menyaksikan
Sihir sesendok bubuk putih dan asap maut
Tetapi ia memilih untuk bungkam
Ia hilang mengabdi pada kertas merah

Apa kabar, Ibu Pertiwi
Anak sulungnya telah berempati pada yang mati
Tenang, masih ada pagi dan malam
Pemimpi bernurani takkan pernah terlelap

Friday, July 20, 2012

DEMI TUHAN


“Demi Tuhan yang Maha Esa, ini adalah sabdaNya!”
Dan kemudian jeritan berdarah menggelegar di udara yang hampa
Mati, semuanya telah mati suri tanpa meninggalkan identitas
Dalam tangan anak-anak Sang Pencipta yang mengaku kenal kudus

Tuhan yang merasa terpanggil mengintip dibalik tirai awan
Menyaksikan kobaran api memangsa karya terbesarNya
Berharap ini hanya mimpi, tapi Tuhan tak pernah bermimpi

Di saat manusia mengambang dalam keserakahan dan rasa benci,
dengan serentak kitab-kitab dan agama-agama berseru kepada Tuhan
“Bukan, bukan ini yang kami maksud! Bukan ini yang kami ajarkan!”

Tuhan memandangi jembatan penelusur dunia fana dan kekekalan
Masih berangan-angan, masih terlena dalam buaian angkasa

Thursday, June 28, 2012

JATUH CINTA

Ini semua gara-gara gue masang musikalisasi puisinya Sapardi Djoko Damono yang "Aku Ingin". Gue baru sadar gue belum pernah bikin puisi cinta, so why not give it a shot? But then again, I'm not a romantic person nor do I have any romantic experience hahaha! Tapi nggak ada salahnya lah coba-coba bikin puisi cinta. Sekali-sekali B)
Mohon maaf atas judulnyague paling nggak bisa bikin judul.

Aku tahu itu kamu
Yang mengubah tetes hujan menjadi hamparan kelopak bunga mawar
Yang membuat jam segan merenggangkan kedua tangannya
Yang menyihir dinginnya malam menjadi wujud nyatanya kehangatan

Ah, dasar mimpi
Masakan tiap malam aku selalu bertemu denganmu?
Kita berdiri di bawah rindangnya pepohonan taman kota
Bersama mereka yang turut terbuai alunan romansa
Tentu itu menjadi kenangan yang paling manis
Jika kamu bisa merubahnya menjadi kenyataan
Layaknya kamu mengubah musim panas menjadi musim semi untukku;
Musim dimana para pemuda tak bisa berhenti tersenyum
Dan para pemudi tak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya

Saturday, June 9, 2012

SAKSI BISU


Wahai rembulan
Remukkah hati itu
Ketika engkau menatap cintamu
Yang perlahan hancur dan rusak?

Bagaimana engkau bisa tegar
Menidurkan perang dalam bisu
Sementara kami berseru dengan pedih
Mencari makna sejahtera

Masih maukah dirimu
Membuka mata untuk kami semua
Bila kelak nanti hidup menjadi mati
Dan yang penuh menjadi kosong?

SEBUAH SURAT


Wahai kalian yang kami kasihi,
Dahulu kita tidak mengenal fana
Waktu datang dan pergi tanpa permisi
Layaknya hembusan nafas kehidupan

Kini kita sama-sama belajar
Pertemuan dan perpisahan akan selalu bersama
Sebab kini kita tahu
Bahwa keabadian itu hanyalah sebuah kata

Wahai penghuni Firdaus,
Jiwa-jiwa yang tak lagi mengenal duka,
Apakah tebalnya langit menutupi pesan kami,
yang telah kami bisikkan lewat angin,
dan yang kami tulis di atas bintang?
Seluas itukah angkasa,
sehingga mata demi mata tak lagi bertemu?
Masih adakah ruang untuk kami,
agar perbincangan kita tak lagi diselimuti debu,
dan kenangan tak lagi terbungkus rindu?